Bolehkah Beriktikaf di Rumah?

Bolehkah Beriktikaf di Rumah?

Di Bulan Ramadan, ada ibadah istimewa yang biasa dilakukan di 10 hari terakhir, yakni iktikaf. Namun saat ini, lantaran seluruh dunia tengah dilanda pandemi covid-19, kegiatan iktikaf pun menjadi terkendala. 

Kita memang terkendala untuk melakukan iktikaf di masjid. Nah, apakah boleh melakukan iktikaf di rumah? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Dalam Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafi’i karya Syaikh Muhammad Az-Zuhaily, dikutip dari Rumaysho.com, diuraikan beberapa hal berkaitan dengan iktikaf. 

Pertama, secara bahasa, iktikaf adalah menetapi, tidak meninggalkan. Imam Syafii menyebutkan, menetapnya seseorang pada sesuatu disebut dengan iktikaf, apakah menetap pada kebaikan atau kemaksiatan. 

Hal tersebut berdasarkan pada Firman Allah:

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ

“(Ingatlah), saat Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. Al-Anbiya’: 52)

Tentang iktikaf (menetap) dalam kebaikan terdapat dalam ayat berikut

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ

“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Kedua, adapun iktikaf secara syar’i adalah menetap di dalam masjid, dilakukan oleh orang tertentu, dengan niat yang khusus. Dengan begitu, istilah iktikaf dalam terminologi syar’i hanyalah iktikaf dalam kebaikan. Sementara masjid menjadi salah satu rukun dan syarat dilakukannya iktikaf. 

Iktikaf hanya sah jika dilakukan di masjid, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily menuturkan, “Iktikaf di mushala rumah wanita maupun di mushala laki-laki. Tempat semacam ini masih bisa diubah dan orang junub masih boleh berdiam di dalamnya. Dahulu, kaum wanita kerap melakukan iktikaf di masjid. Karena memang iktikaf itu hanya dilakukan di masjid. 

Jadi bagaimanapun iktikaf hanya bisa dilakukan di masjid, tidak bisa dilakukan di rumah atau mushala rumah. Karena itu dalam suasana pandemi saat ini, kita dituntut lebih banyak diam di rumah, maka sebagai pengganti kegiatan iktikaf yang tidak bisa kita lakukan, selama di rumah kita bisa memperbanyak ibadah membaca baca Al-Qur’an, mengkaji tafsirnya, berzikir, memperbanyak shalat sunnah, dan lain-lain. Mudah-mudahan kita tetap mendapatkan pahala iktikaf karena pandemi ini jadi uzur yang membuat kita hanya bisa beribadah di rumah.

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart