Bagaimanakah Cara Mendapatkan Lailatul Qadar?

Bagaimanakah Cara Mendapatkan Lailatul Qadar?

Di Bulan Ramadan, Umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Terlebih lagi pada 10 hari terakhir. Sebab banyak riwayat menyebutkan, bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada 10 Ramadan, terakhir, tepatnya pada malam-malam ganjil. Malam seribu bulan ini terjadi dari waktu malam, yakni dimulai yaitu tenggelamnya matahari hingga terbit fajar shubuh. 

Dikutip dari Rumaisho.com, dalam Kitab Al-Umm, Imam Asy-Syafi’i disebutkan, bahwa menghidupkan Lailatul Qadar dapat dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaah.

Sementara, Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menerangkan, siapa saja yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Uraian di atas sejalan dengan hadis dari ‘Utsman bin ‘Affan r.a., Nabi saw. pernah bersabda:

 مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

 “Siapa saja yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa saja yang mendirikan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka untuknya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656  dan Tirmidzi no. 221).

Selain menghidupkan sisa malam-malam Ramadan dengan shalat sunnah, untuk memburu Lailatul qadar kita bisa mengisinya dengan zikir dan tadarus/tilawah Al-Qur’an.

Tetapi amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya pada Lailatul Qadar berdasarkan hadis dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw., beliau bersabda:

 “Siapa saja  yang mendirikan shalat pada malam al-qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

 Adapun doa yang dianjurkan saat memburu Lailatul Qadar adalah doa berikut ini. 

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni 

(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai orang yang meminta maaf. Karena itu, maafkanlah aku).

Doa tersebut didasarkan pada hadis berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a.. ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw., jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam itu adalah lailatul qadar, maka apa doa yang harus aku ucapkan?” Rasul saw. menjawab, “Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi menuturkan, hadis ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir menyebutkan bahwa hadis ini shahih).

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart