Hijab sebagai Wujud Kasih Allah pada Kaum Wanita

Hijab sebagai Wujud Kasih Allah pada Kaum Wanita

Wanita merupakan makhluk yang diciptakan dengan segala keindahan yang Allah berikan untuk mereka. Bahkan wanita diperumpamakan dalam sebuah hadis yang berbunyi: “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR. Muslim).

Namun, tahukah Muslimah jika perhiasan itu bisa saja menjadi fitnah yang luar biasa? Karena bagaimanapun setan akan terus menggoda dan menjerumuskan manusia hingga masuk dalam perangkapnya. Seperti halnya ketika wanita keluar dari rumahnya, maka berbagai macam cara setan lakukan supaya banyak godaan tertuju pada kaum wanita. Sehingga pandangan laki-laki akan tertuju pada keindahan wanita.

Oleh Karena itu, Allah memerintahkan perhiasan tersebut (wanita) untuk dilindungi dengan menggunakan pakaian-pakaian yang sesuai Syariat. Perintah menutup aurat ini tak lain adalah untuk keselamatan dan kemuliaan para wanita itu sendiri. Anjuran menutup aurat ini seperti memakai jilbab, khimar/kerudung dan mihnah.

  1. Jilbab 

Dalam menutup aurat ini haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Perintah tersebut sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-ahzab ayat 59.

Telah jelas dari ayat di atas bagaimana Allah begitu melindungi kaum Wanita dengan memerintahkan kepada mereka untuk menjaga keindahan mereka supaya wanita bisa mendapat keamanan, supaya mereka tidak diganggu dan dijahili. Makna jilbab adalah pakaian yang menutup seluruh tubuh perempuan berupa baju kurung yang menjulur hingga menutupi seluruh perhiasannya.

  • Khimar 

Selain anjuran untuk memakai jilbab, Allah juga telah meerintahkan para wanita untuk menggunakan khimar/ kerudung, sebagaimana dalam firman Allah dalam Surah An-Nur: ayat 31.

Allah memerintahkan kepada kaum wanita supaya mereka dapat menjaga kemaluan mereka dengan menjauhi perbuatan keji dan Menurut aurat mereka dengan menggunakan kerudung yang menjulur hingga dada sehingga wanita tidak menampakkan perhiasannya yakni rambut, leher dan dada mereka kepada laki-laki asing (yang bukan mahramnya), kecuali memang yang biasa nampak dari wanita yakni wajah dan telapak tangan. 

  • Mihnah 

Mungkin anjuran yang ke-3 ini masih sangat asing bagi kebanyakan muslimah, meskipun tidak ada aturan yang secara gamblang yang mengatakan mihnah, namun dalam Surah An-Nur: 60 Allah sebutkan yang artinya “Dan para perempuan yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah lagi, maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”.

Allah menyebutkan “pakaian luar”, itu artinya pakaian dalam. Namun, mihnah di sini tidak dimaksudkan sebagai underwear melainkan berupa pakaian yang biasa digunakan ketika berada di rumah seperti baju daster, kaos yang biasa dipakai di rumah dan celana.

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart