Kewajiban Menutup Aurat Bagi Muslimah yang Telah Baligh

Kewajiban Menutup Aurat Bagi Muslimah yang Telah Baligh

Dear muslimah, kewajiban menutup aurat, baik itu laki-laki maupun perempuan itu berlaku jika mereka sudah berusia baligh. Jika mereka belum mencapai usia baligh maka mereka belum terkena kewajiban menutup aurat. 

Dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, diterangkan bahwa tidak ada aurat bagi anak kecil yang belum berusia 7 tahun, maka boleh dilihat dan dipegang seluruh bagian badannya. Anak laki-laki berusia 7 sampai 10 tahun, auratnya adalah kemaluannya saja. Baik dalam shalat maupun di luar shalat. 

Lebih lanjut dalam kitab tersebut dijelaskan, sementara anak perempuan berusia 7 sampai 10 tahun auratnya dalam shalat adalah antara pusar hingga lutut. Namun dianjurkan baginya agar menutup seluruh aurat dan memakai jilbab sebagaimana wanita baligh, dalam rangka ihthiyath (berhati-hati). Sementara auratnya (anak perempuan berusia 7-10 tahun) di depan lelaki asing/ajnabi (yang bukan mahramnya) adalah seluruh badannya, termasuk kecuali kepala, leher, kedua tangan hingga siku, betis, dan kaki. Sedangkan aurat anak perempuan usia 10 tahun sama seperti halnya wanita dewasa.

Bagaimanakah jika kita membiasakan anak kecil yang belum baligh, baik laki-laki maupun perempuan untuk menutup aurat secara sempurna seperti halnya orang dewasa? Tentu tidak masalah, bahkan itu sangat baik guna mengedukasi sejak dini agar mereka dapat membiasakan diri sedari kecil untuk menutup aurat. Diharapkan dengan begitu, kebiasaan baik ini akan terbawa hingga mereka dewasa atau usianya sudah baligh. 

Perlu diingat lagi, meskipun sebenarnya hal ini sudah umum diketahui, bahwa baligh pada anak laki-laki itu ditandai dengan nocturnal emission (mimpi basah). Sedangkan pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. 

Nah, jika sudah anak muslimah yang sudah menstruasi, bersiap-siaplah dia untuk mengenakan hijab secara sempurna, mulai dari khimar, gamis, hingga kaus kaki.

Suatu hari, Rasulullah pernah menegur Asma binti Abu Bakar r.a. saat beliau berkunjung ke rumah Nabi saw. dengan mengenakan busana yang agak tipis. Beliau saw. pun memalingkan mukanya seraya bersabda:

«قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ»

Hai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, jika sudah baligh (mengalami menstruasi), tidak pantas terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud)

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart