Berhijab Tapi (Masih) Telanjang, Kok Bisa?

Berhijab Tapi (Masih) Telanjang, Kok Bisa?

Dear Muslimah Shalihat, pernahkah kamu mendengar istilah jilboob? Istilah tersebut sungguh sangat merendahkan. Terlebih yang seharusnya jilbab itu menutupi aurat namun ternyata malah gagal dan membuat kaum lelaki jadi ‘salah fokus’

Fenomena jilboob adalah salah satu dari yang disebut, berpakaian tapi telanjang sebagaimana yang pernah disabdakan Rasulullah kurang lebih 14 abad silam.

Rasulullah saw bersabda:

“Ada dua golongan ahli neraka yang belum (pernah) aku melihat keduanya, yakni kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (penguasa yang zalim), dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok …” (HR. Muslim dan yang lain).

Untuk pakaian selain busana muslimah, fenomena berpakaian tapi telanjang sudah membudaya, dipopulerkan oleh para seleb seleb dan sosialita. Mode-mode fashion memang sengaja dibuat untuk yang memamerkan bagian-bagian seksi pada tubuh wanita, seperti di bagian dada, pinggul, paha, dan bagian-bagian lainnya.

Namun sayangnya, tidak sedikit busana muslimah pun ‘terpengaruh’ oleh mainstream mode pakaian saat ini. Dan tentu ini perlu kamu waspadai agar tidak terjebak.

Seperti apakah busana muslimah yang terkesan masih ‘telanjang’ sehingga tak sempurna, bahkan cacat dalam menutup aurat.

  1. Bahan yang digunakan menerawang, tipis, dan transparan. Pokoknya jauhi deh bahan kain model begini daripada dapat dosa saat mengenakannya.
  2. Kerudung (khimar) tidak terulur hingga ke dada, termasuk bagian belakangnya (punggung). Artinya kerudung terlalu mini, dililit sehingga bagian dada yang seharusnya tertutup sempurna malah masih tampak jelas. Wah sayang sekali, menutup aurat kok setengah-setengah, apa mau pahalanya juga setengah-setengah?
  3. Pastikan jilbab (gamis) yang dikenakan tidak terlampau ketat, dikhawatirkan bagian dada dan bagian belakang (maaf: pantat) tidak terlihat. Terlebih lagi bagi kamu dengan bentuk tubuh yang berisi. Selain itu, pastikan juga jilbab terulur hingga menutupi kaki (lebih afdhal). Jangan sampai mentang-mentang sudah ada kaus kaki, gamis yang kamu kenakan bagian bawahnya hanya sampai betis, bahkan kurang.
  4. Tetap tutup aurat di kaki dengan kaus kaki. Bagian kaki seakan kelihatan sepele, namun aurat tetaplah aurat yang wajib ditutupi.

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart