Hijrah Mulai dari Busana Muslimah

Hijrah Mulai dari Busana Muslimah

Hijrah kini telah menjadi fenomena di kalangan masyarakat khususnya Indonesia. Namun, terlepas dari itu tren atau bukan, yang pertama harus ditanamkan dalam diri kita ketika ingin berhijrah adalah lillahitaala karena Allah. Karena bagaimana pun, fenomena hijrah ini tentulah merupakan sunatullah (ketetapan Allah) yang tidak bisa dicegah oleh siapapun.

Istilah “hijrah” berasal dari bahasa arab yang artinya pindah, menjauhi atau menghindari. Itu artinya hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik, mulai kembali kepada manusia pada kehidupan beragama, berusaha mematuhi perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi lebih baik, yang sebelumya terlalu peduli atau bahkan tidak peduli dengan aturan agama (aturan Allah).

Dengan pemahaman hijrah yang begitu luas itu, maka hijrah pun bisa berbentuk apa saja, baik itu perkataan, perbuatan dan tentunya cara berpakaian. Namun perlu ditegaskankan di sini, orang yang telah berhijrah bukan berarti adalah orang yang sempurna tanpa ada kecacatan akhlak. Justru karena adanya yang perlu diperbaiki dari akhlak itulah kita berhijrah.

Berhijrah itu memang bukan hal yang mudah dan instan. Selain niat kita berhijrah karena Allah, sedikit demi sedikit kita juga harus mengubah cara berpakaian kita. Jika tadinya yang sering menggunakan rok mini maka sedikit demi sedikit rok mini tersebut mulai ditinggalkan dan carilah di lemari Anda rok yang panjang. Jika yang tadinya suka memakai baju yang press body, maka mulailah untuk mencoba menggunakan pakaian longgar. Hingga yang tadinya tidak terbiasa memaki khimar (kerudung) maka mulai mencobalah untuk menggunakan kerudung.

Setelah dapat membiasakan diri seperti itu, mulai gunakan pakaian yang sesuai dengan yang telah ditetapkan Allah dalam QS. al-Ahzab ayat: 59 dan QS. an-Nur ayat: 31 yaitu memakai kerudung yang menjulur hingga menutupi dada dan menggunakan jilbab atau gamis. Setelah itu, kita akan mulai terbiasa selalu memakai jilbab dan khimar ketika hendak ke luar rumah dan bertemu dengan non mahram di mana pun kita berada, baik itu di dalam dan di luar rumah karena telah adanya kesadaran dan rasa malu ketika tidak menggunakannya.

Berikut beberapa tahapan dalam berhijrah yang dimulai dari memperbaiki cara berpakaian.

  1. Niatkan lillahitaala Karena Allah
  2. Buang semua koleksi pakaian sexy Anda atau jika tidak tega membuannya pilihlah mana pakaian yang bisa digunakan untuk di rumah atau tidak (walaupun di rumah tetap gunakan pakaian yang tidak terlalu sexy dan ingat segala sesuatu yang kita miliki dan lakukan akan dikenakan hisab di akhirat kelak termasuk pakaian kita).
  3. Ubah caramu dalam menggunakan kerudung, misal tadinya suka dililit-lilit maka mulailah ulurkan kerudung Anda hingga menutupi dada (untuk kehati-hatian ulurkan lebih lebar dari dada) dan gunakan bahan kerudung yang tidak menerawang dan tipis.
  4. Gunakan gamis yang longgar dan tidak menerawang sehingga tidak memerlihatkan lekukan tubuh.
  5. Pakailah kaos kaki dan manset jika diperlukan, (ingat kaki juga aurat).
  6. Supaya istiqomah datangilah majelis ilmu dan berkumpullah dengan teman-temah yang shalihah (karena salah satu penentu hijrah adalah sahabatmu dan teman-teman kita, sahabat kita akan menentukan ke mana hijrah kita bermuara).

Semoga istiqomah,,,, Aamiin

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart