Busana Muslimah, Antara Tren dan Kewajiban dalam Syariat Islam

Busana Muslimah, Antara Tren dan Kewajiban dalam Syariat Islam

Dear Muslimah, busana muslimah dalam pandangan Islam bukan melulu masalah tren. Kita paham bahwa tren bisa berubah. Realitasnya model busana sering berganti. Tepatnya lebih banyak tren model pakaian itu lebih ke siklus.

Umpamanya, model pakaian tahun 90-an, 80-an, atau tahun 2000-an hari ini dianggap ketinggalan zaman, bahasa lainnya sudah nggak kekinian. Namun tak menutup kemungkinan, tren busana tahun 90-an, tahun 80-an, atau busana tahun 2000-an di masa mendatang akan terulang dan menjadi tren lagi.

Namun uniknya, busana muslimah itu kaidah dan kriterianya sudah baku. Dari Zaman Nabi saw hingga kini tak ada perubahan sedikit pun. Karenanya busana muslimah itu tak mengenal tren.

Bisa pula dikatakan busana muslimah itu adalah pakaian yang evergreen, busana yang akan selalu dan wajib melekat menutupi aurat muslimah sepanjang hayatnya. Busana muslimah akan selalu terus ada sepanjang masa.

Ada satu pemahaman yang harus dicatat dan itu menjadi prinsip para muslimah sejati. Pemahaman itu adalah, bahwa tren dan model busana muslimah itu harus tunduk, patuh, dan bergantung pada ketentuan syara’.

Bukan malah sebaliknya, ketentuan syariat Islam yang berkompromi, beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tren dan model hijab. Jelas ini sesuatu yang keliru.

Prinsip di atas sama halnya dengan bahwa Islam itu harus menjadi panduan, tuntunan, dan yang mengarahkan budaya.

Bukan kebalikannya, budaya yang mengendalikan aturan Islam sehingga pada akhirnya Islam dituntut untuk menyesuaikkan zaman, budaya dan trend yang sedang berkembang.

Baru-baru ini, dunia dihebohkan dengan kampanye menyesatkan. Di media sosial viral hashtag #nohijabday. Inilah salah satu bukti kekhawatiran kaum liberal yang mengidap Islamofobia.

Patut kita syukuri bahwa kesadaran para muslimah untuk berhijab menutup aurat semakin meningkat pesat. Namun tentu hal ini akan berhadapan dengan tantangan seperti kampanye sesat dan menyesatkan itu. Islam jelas takkan membiarkan seorang muslimah membuka auratnya barang sehari saja.

Aurat muslimah wajib ditutup sepanjang hayatnya dan hanya boleh terlihat oleh mahramnya selama mereka berada di ruang khusus yang tertutup, yaitu di rumah mereka.

Dear Muslimah, dengan demikian tanamkanlah dalam hati dan pikiran, berbusana muslimah itu diniatkan untuk beribadah, menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Berbusana bukan jadi ajang meramaikan trend, terhanyut dalam euforia berhijab yang lagi happening. Sekali lagi, tren itu bisa naik turun, timbul dan tenggelam, bahkan hilang. Sementara ketaatan pada Allah itu tuntutan yang sifatnya ajeg, kapan dan di mana pun.

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart