Cantik Menyejukkan dalam Balutan Busana Muslimah

Cantik Menyejukkan dalam Balutan Busana Muslimah

Pakaian merupakan salah satu produk budaya yang membuat manusia tampak lebih beradab. Dengan pakaian manusia dapat melindungi tubuh mereka dari panas dan dingin yang membahayakan tubuhnya.

Historia melansir, jauh sebelum peradaban berkembang, manusia mengenakan pakaian berbahan kulit binatang. Kemudian, pada 5.000 SM, kain berbahan serat alami mulai digunakan. Peradaban Mesir dan India menggunakan jerami dan katun berbahan serat-serat tanaman. Ada juga kain wol yang diolah dari bulu sapi dan domba. Sedangkan Cina punya produk kain sutra yang terbuat dari serat ulat sutra.

Berdasarkan jenis kelamin, pakaian dibedakan menjadi busana pria dan wanita. Pakaian keduanya jelas tampak sangat berbeda. Terlebih lagi ketika pakaian alias busana di belakangnya tambahkan embel-embel kata lain seperti kata muslim, muslimah, dan syar’i.

Bukankah kita sering dengar istilah, busana muslim, busana muslimah, atau pakaian syar’i. Nah, dari situ saja kita tahu bahwa selain pakaian ‘konvensional’, ada produk spesifik bernama busana dan busana muslimah.

Busana muslim jelas hanya dikenakan oleh seorang muslim. Pakaian jenis ini menjadi pembeda orang yang mengenakannya dengan penganut agama lain. Busana muslim laki-laki, tentu menyesuaikan dengan kriteria menutup aurat laki-laki yaitu, bagian tubuh antara pusar hingga lutut. Biasanya busana muslim diidentikkan dengan kopiah, kokok, jubah (gamis), syirwal, atau yang lainnya. Jenis pakaian tersebut tak mungkin digunakan oleh non-Muslim.

Begitu pula busana muslimah. Busana muslimah merupakan identitas perempuan muslim. Pakaian ini hanya dikenakan oleh para muslimah untuk membedakan dirinya dengan perempuan penganut agama lain. Para muslimah membalut tubuhnya dengan busana muslimah sebagai bagian dari ketaatan sekaligus kewajiban menutup aurat sesuai dengan tuntunan dalam syariat Islam.

Jadi sebuah pakaian, baru dapat disebut busana muslimah jika sudah mengikuti standar yang ditetapkan dalam Islam, yakni menutupi aurat muslimah yang meliputi seluruh tubuh di luar muka dan telapak tangan.

Dengan berbalut pakaian muslimah, para wanita tak sekadar melindungi tubuhnya dari panas terik dan kedinginan. Lebih jauh dia akan terlindungi dari gangguan para lelaki jahat. Di samping itu, busana muslimah juga akan menyelamatkan mereka dari siksa api neraka.

Mustahil rasanya jika seorang perempuan mengenakan busana muslimah yang sudah syar’I, dia masih diganggu dan dilecehkan. Penampilan dia yang adem dan menyejukkan takkan membuat naluri lelaki ‘terbangkitkan’. Yang ada justru lelaki bakal malu jika dia masih menatapnya dengan pandangan jelalatan.

Mari renungkan Firman Allah berikut ini:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (QS. Al-Ahzab: 59)

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart